5 Sep 2018

3 Etika Yang Harus Dijaga Terhadap Pemimpin

Pemimpin adalah simbol persatuan dan kesatuan umat, karena itu kebaikan umat terlihat pada seorang pemimpin dalam memangku kebijakan dan maslahat umat. Umat pun berkewajiban menjaga etika dalam bermuamalah pada mereka.

Etika pertama yang harus dijaga adalah mendoakan para pemimpin. Salafus saleh menyadari kewajiban mereka kepada para penguasa, yang baik atau pun aniaya, yaitu mendoakan untuk kebaikan mereka dan agar tiap kebijakan yang akan mereka ambil sejalan dengan nilai agama serta kemuliaan umat. Adalah Fudhail Bin Iyadh seorang yang terkenal keras dan menjaga jarak dengan para penguasa, tapi dia memahami posisi mereka. Mereka adalah para pemimpin umat, di tangan  mereka lah urusan umat ini dapat terselesaikan. Fudhail pernah berkata, jika aku memiliki doa yang mustajab, ku kan berdoa untuk penguasa, karena baiknya mereka adalah kebaikan untuk umat dan negeri.
Meski demikian, ulama membedakan antara doa untuk pemimpin yang adil dan bijak dengan penguasa yang lalim dan semena-mena. Jika pemimpin yang adil didoakan dengan semua kebaikan, maka penguasa yang lalim didoakan agar mendapat hidayah dan setiap langkahnya selalu dibimbing dalam memimpin negeri.
Mendoakan para pemimpin memberikan teladan pada umat dan masyarakat secara umum untuk menghormati pemimpin mereka. Memposisikan mereka sesuai pada tempatnya sebagai simbol tertinggi Negara, dan selalu positif pada upaya yang tiada henti untuk perbaikan negeri.

Kedua, etika yang harus dijaga terhadap pemimpin adalah menghormatinya. Seorang muslim dituntut untuk menghormati saudara muslim lainya, karena itu menghormati pemimpin lebih utama dilakukan oleh setiap muslim. Pemimpin adalah khalifah Allah di muka bumi ini. Di tangan mereka tampuk kekuasaan dan urusan umat berada. Oleh karena itu seorang pemimpin harus diperlakukan secara khusus, dengan etika dan tatakrama tersendiri. 
Bentuk penghormatannya pun beragam, diantaranya memanggil dengan nama kehormatan. Untuk pemimpin wilayah desa dipanggil dengan pak kades, kecamatan dengan pak camat, hingga pemimpin tertinggi Negara yaitu presiden, raja, atau sultan sesuai dengan sistem yang berlaku di tiap negeri.
Sikap hormat pada pemimpin tidak bertentangan dengan sikap kritis terhadap langkah kebijakannya dalam memimpin. Karena sikap hormat adalah hak untuk setiap pemimpin dan sikap kritis adalah hak mereka yang dipimpin namun tetap santun dalam menyampaikan kritiknya.
Manakala umat menghormati pimpinannya saat itu wibawa sang pemimpin tetap terjaga dalam pandangan masyarakat umum, begitupun hubungan pemimpin dengan ulama akan terjaga dengan baik sehingga mereka mau menerima nasihat karena merasa dihormati.

Etika ketiga yang harus dijaga terhadap pemimpin adalah mematuhi dan tidak menentangnya. Hak seorang pemimpin adalah dipatuhi. Karena di tangan mereka lah maslahat umat berada. Tapi bukan patuh yang tiada pilih perintah meski dalam kemaksiatan. Karena tidak ada kewajiban patuh dalam maksiat. Namun ketika seorang penguasa berbuat dan memerintahkan pada kemaksiatan, bukan berarti harus dilawan dengan senjata. Imam Ahmad Bin Hambal, seoang ulama yang masyhur dengan kisah mihnah alQuran di zamannya, mengalami penyiksaan yang sangat keras dari penguasa hingga tak sadarkan diri. Namun begitu beliau berpesan agar umat mendengar dan taat kepada para  pemimpin dan amirul mu'minin, yang baik maupun pendurhaka, dan melarang menentang serta (keluar) memeranginya.

2 Sep 2018

Etika Mengikuti Pendapat Mazhab di Suatu Tempat


Berkata Ali bin Ja'far: telah mengabarkan kepada kami Isma'il ibnu Binti As Suddī, ia berkata:

Suatu saat aku hadir di Majlisnya Mālik (Ibnu Anas) -Rahimahullāh-, lalu beliau ditanya tentang suatu perkara, kemudian beliau menjawab dengan pendapatnya Zayd (Ibnu Tsābit) -Radhiyallāhu 'anhu-.

Aku pun berkata: Apa pendapatnya 'Ali dan Ibnu Mas'ūd -Radhiyallāhu 'anhumā- tentang perkara ini?

Kemudian beliau memberi isyarat kepada para penjaga untuk menangkap ku. Ketika mereka mendekat, maka aku pun lari, sampai mereka tak mampu mengejar ku.

Mereka berkata: Apa yg kami harus perbuat untuk buku-buku dan penanya?

Beliau pun menjawab: Datangkan dia tanpa kekarasan.

Lalu kemudian mereka datang kepadaku untuk membawaku kepadanya, dan aku pun ikut bersama mereka.

Lalu Mālik bertanya: Engkau datang darimana? 
Aku menjawab: Aku dari Kūfah.

Beliau kembali bertanya: Engkau tinggalkan dimana Adabmu?
Aku pun menjawab: Sesungguhnya aku ingin mudzakarah denganmu agar aku mendapatkan faedah.

Beliau berkata: Sesungguhnya tidak ada yg mengingkari kemulian dari 'Ali dan Abdullāh (Ibnu Mas'ūd) -Radhiyallāhu 'anhumā-, namun penduduk negri kami mengikuti pendapatnya Zayd bin Tsābit. Apabila engkau berada di antara suatu kaum, maka janganlah memulai kepada mereka dengan sesuatu yg mereka tidak ketahui, sehingga mereka pun membalasmu dengan sesuatu yg tidak engkau inginkan.

[Siyar A'lām An Nubalā' -Ad Dzahabiy-]


10 Doa dan Harapan Bersahaja sang Badui

10 Doa dan Harapan Bersahaja sang Badui

Ya Allah, Pencipta pepohonan dan buah-buahan,
Yang menciptakan matahari,
Luluskan untukku SEPULUH permintaan.
Tiada yang lain kuharapkan lagi.
Dengarkan, ya Tuhan, dan tuliskan sebagai suratan takdirku.

Pertama, aku memohon sebuah tenda yang besar dan teduh,
Yang terbuka sepanjang hari,
Yang didatangi orang-orang dengan senang hati.

Kedua, aku memohon seorang wanita untuk menjadi istriku,
Yang parasnya CANTIK dan prilakunya BAIK,
Yang dengan sigap memasak
Begitu melihat tamu datang

Ketiga, ya Tuhan, lindungi KEHORMATANKU dari aib.
Jangan biarkan oranglain menodai namaku.

Keempat, anugerahi aku kuda betina yang berlari lincah di bawah sinar matahari,
Dan di tanganku senjata yang tidak pernah luput dari sasaran.

Kelima, karuniakan kepadaku kawanan kambing dan domba yang melimpah,
Membuat sibuk para gembala;
Dan tamu-tamuku dapat makan daging hingga kenyang.

Keenam, karuniai aku unta-unta dengan ambing penuh susu
Aku pun dapat menawarkan kepada siapa saja yang lewat sini.

Ketujuh, berkahi aku kawan-kawan yang JUJUR dan BERANI,
Kelompok yang setia mendangpingiku
Menjaga keselamatan tanah wilayahku.

Kedelapan, izinkan aku berziarah ke Makkah
Mengunjungi KEKASIHKU, Muhammad Saw.

Kesembilan, setelah menjalani kehidupan yang panjang,
Tolonglah aku, ya Tuhan, menjawab MALAIKAT kematian,
Munkar maupun Nakir
Saat  mereka menyidik aku di dalam kubur.

Dan kesepuluh, selamatkan aku dari api neraka;
Izinkan aku tinggal di surga saja.

Dikutip dari Kisah-Kisah Fantastis dari Negeri 1001 Malam

16 Jul 2018

Mau Lanjut Program Master di Al Azhar University Cairo ? Begini Caranya !



Universitas Al-Azhar Program S2

1. Syarat-Syarat Pendaftaran

a.  Lulusan Al-Azhar
         Syarat-syarat yang diperlulkan oleh mahasiswa S1 lulusan al-Azhar adalah sebagai berikut:
1.  Ijazah Sementara;
2.   Transkrip nilai asli;
3.   Akte Kelahiran asli;
4.   Photo copy paspor;
5.   Pas photo sebanyak 7 lembar;
6.   Surat Permohonan untuk diterima masuk program S2;
7.   Mengisi formulir pendaftaran.



a.Lulusan Non Al-Azhar
Bagi mahasiswa lulusan non al-Azhar yang ingin melanjutkan studi program S2 ke universitas al-Azhar terlebih dahulu melakukan proses akreditasi ijazah S1 yang dimilikinya.

Bagi mahasiswa pemegang ijazah S1 fakultas Syariah dan Ushuluddin UIN/IAIN/STAIN secara internasional telah diakreditasikan oleh universitas al-Azhar sejak tahun akademik 2002/2003, jadi bagi pemegagang ijazah tersebut secara langsung dapat melakukan proses pendaftaran.

Catatan: Sejak tahun akademik 2005/2006, proses akreditasi ijazah dilakukan secara perorangan.

Adapun proses, tempat, waktu dan syarat akreditasi ijazah S1 sebagai berikut:

a.  Photo copy ijazah Aliyah (SMA/MAN dan yang sederajat)
b.  Ijazah asli S1 dan terjemahannya
c.  Trankrip nilai asli S1 dan terjemahannya
d.  Katalog fakultas yang berbahasa Arab yang ditandatangani oleh dekan fakultas
e.  Kurikulum fakultas yang berbahasa Arab
f.   Membayar administrasi proses akreditasi sebesar Le. 500. (lima ratus pound Mesir)
 
Berkas yang telah disediakan seperti yang disebutkan di atas diserahkan ke kantor Bidang Akademik Universitas al-Azhar di kantor Rektorat Nasr City Cairo untuk fakultas non eksakta. Adapun fakultas eksakta, proses akreditasi dilakukan di kantor Majelis Tertinggi Urusan Perguruan Tinggi Mesir. Proses akreditasi bisa dilakukan sepanjang tahun.

Catatan:
1.Seluruh berkas yang disebutkan diatas telah dilegalisir oleh Deplu RI dan kedutaan Mesir di Indonesia
2.Untuk katalog dan kurikulum pada fakultas eksakta boleh berbahasa Inggris 
3.Proses akreditasi biasanya membutuhkan waktu 4-5 bulan, bagi calon mahasiswa atau yang diwakilkan diharapkan untuk aktif mengikuti perkembangan proses akreditasi yang dimaksud melalui kantor akademik

2.  Waktu dan Tempat Pendaftaran
Pendaftaran program S2 di universitas al-Azhar dilaksanakan sepanjang tahun yang bertempat di kantor urusan mahasiswa asing pada Islamic Research Academy al-Azhar di Nasr City. Sedang bagi lulusan S1 Al-Azhar, bisa mendaftar di fakultas masing-masing. Tes masuk baru dilaksanakan 4 kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus, November dengan materi Al-Quran (lisan dan tulisan).

Untuk mahasiswa wafidinArab lulusan al-Azhar diwajibkan menghafal 8 juz pertama, wafidin non Arab lulusan Al-Azhar diwajibkan mengahafal 4 juz pertama. Sedangkan wafidinnon Arab yang bukan lulusan Al-Azhar diwajibkan menghafal 4 juz terakhir (27, 28, 29, 30).

Hasil tes diumumkan 1 bulan setelah dilakukan tes yang bertempat di bagian program pasca sarjana tiap fakultas. Setelah dinyatakan lulus, proses selanjutnya adalah menghadiri kuliah yang dimulai pada awal bulan Desember.

Cinta Dunia dan Faktor Kemunduran Umat


عَنْ ثَوْبَانَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « يُوشِكُ الأُمَمُ أَنْ تَدَاعَى عَلَيْكُمْ كَمَا تَدَاعَى الأَكَلَةُ إِلَى قَصْعَتِهَا ». فَقَالَ قَائِلٌ وَمِنْ قِلَّةٍ نَحْنُ يَوْمَئِذٍ قَالَ « بَلْ أَنْتُمْ يَوْمَئِذٍ كَثِيرٌ وَلَكِنَّكُمْ غُثَاءٌ كَغُثَاءِ السَّيْلِ وَلَيَنْزِعَنَّ اللَّهُ مِنْ صُدُورِ عَدُوِّكُمُ الْمَهَابَةَ مِنْكُمْ وَلَيَقْذِفَنَّ اللَّهُ فِى قُلُوبِكُمُ الْوَهَنَ ». فَقَالَ قَائِلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا الْوَهَنُ قَالَ « حُبُّ الدُّنْيَا وَكَرَاهِيَةُ الْمَوْتِ ».

Dari Tsauban, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Hampir tiba masanya kalian diperebutkan seperti sekumpulan pemangsa yang memperebutkan makanannya.” Lalu seseorang bertanya: ”Apakah karena sedikitnya jumlah kita?”Rasul menjawab ”Bahkan kalian banyak, namun kalian seperti buih yang mengapung. Dan Allah telah mencabut rasa gentar dari dada musuh kalian terhadap kalian. Dan Allah telah menanamkan dalam hati kalian penyakit Al-Wahan.” Seseorang bertanya: ”Ya Rasulullah, apakah al-Wahan itu?” Nabi shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: ”Cinta dunia dan takut akan kematian.” (HR Abu Dawud 3745)

Secara garis besar. ada dua hal yang dapat kita petik dari hadis di atas yang diriwayatkan oleh sahabat Tsauban ra., yaitu faktor kemunduran dan kemajuan Umat. Berikut faktor-faktornya;

Faktor-faktor kemunduran Umat:

1.       Jauhnya keluarga muslim dari sosialisasi keluarga dengan karakter keislaman.
2.       Adanya contoh dan peranan yang tidak baik dari generasi terdahulu kepada generasi penerus. Lingkungan terkecilnya adalah keluarga. Dimana orangtua jauh dari peran dan percontohan yang layak kepada anak-anaknya.
3.       Berkurangnya dakwah sosial di tengah masyarakat seperti perhatian kepada dhuafa, orang-orang miskin, anak-anak putus sekolah dan lainnya.
4.       Perang pemikiran dan candu berupa konten-konten pronografi dan pengedaran narkoba yang dapat melemahkan generasi muda muslim dan bangsa.
5.       Perang media berupa penyebaran dan penggiringan opini public yang bersifat menyerang umat Islam.
6.       Ketidak tahuan dan menjamurnya aliran sesat dalam beragama.
7.       Lemahnya penegakkan hukum dan nilai-nilai luhur keislaman.


Faktor-faktor Kemajuan Umat:

1.       Aqidah : keimanan adalah factor utama kekuatan umat ini. Iman yang kuat akan membawa umat pada persatuan dan memperkuat tali-tali agama Allah, sehingga umat tak mudah goyah dan lekang oleh godaan sesaat.

2.       Keasadarn nurani dan tanggung jawab di hadapan Allah: sebagai muslim dan beriman kepada Allah, kita menyadari benar bahwa setiap tindak-tanduk langkah hidup kita di tiap detik yang berlalu akan dipertanggung jawabkan di hadapannya. Karenanya, kesadaran itu akan menjaga kita dari setiap perbuatan yang tiada manfaat, dan terus memotivasi kita untuk berbuat ibadah. Baik itu ibadah ritual, maupun sosial.

3.       Selalu mengedepankan risalah Islam: apa pun yang akan dilakukan seorang muslim, pandangannya jauh tertuju pada pesan dan nilai-nilai yang di bawa oleh agama Islam. Karena sejatinya, nilai luhur yang ada pada agama Islam tidak bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan. Dan Islam selalu relevan menjadi rujukan setiap orang di setiap tempat dan de setiap waktu.

4.       Ilmu Pengetahuan: sebagai mana dikatakan dalam sebuah riwayat, siapa yang ingin mendapatkan dunia maka harus berilmu. Siapa yang ingin akhirat maka harus berilmu. Ilmu pengetahuan adalah lambing kemajuan suatu bangsa. Siapa yang dapat menguasainya, maka jayalah bangsa tersebut. Tiada yang bertentangan antara ilmu yang terlihat duniawi dengan ilmu yang terlihat ukhrawi. Karena sejatinya ilmu itu akan mengantarkan seseorang pada iman dan tauhid, serta kayakinan bahwa Allah adalah pemilik segalanya.

5.       Mendasari ilmu pengetahuan pada iman dan takwa. Sehingga semakin berkembang dan majunya ilmu, maka semakin meningkatnya iman dan ketakwaan umat.

6.       Berlaku adil: adil adalah lambang kebijaksanaan seseorang. Adil juga merupakan tujuan dari maqashid syariah islamiyah. Itu sebabnya, Allah menyanjung orang-orang yang berlaku adil dengan mendekati pada ketakwaan.

7.       Tidak memonopoli ilmu dan terbatas pada lapisan masyarakat tertentu.

8.       Menghormati para ulama sebagaimana seharusnya.

9.       Kesadaran umat terhadap pesan dan risalah luhur yang di bawa oleh al-Quran dan al-Hadits.

10.   Menolong orang-orang yang lemah dan tertindas serta membantu mereka berhijrah baik dari “negeri kafir” maupun berhijrah dari kondisi hidup yang jauh dari nilai-nilai keislaman.


11.   Berdakwah di jalan Allah tanpa mengharapkan imbalan dan tujuan duniawi lainnya.


Editor: Rizky Ahmad

15 Jul 2018

Keseimbangan Dalam Ibadah, Seperti Apakah Itu ?


Bagi orang yang beriman dapat merasakan bagaimana manisnya iman. Rasa yang tidak bisa disentuh oleh panca indra, akan tetapi hanya bisa dinikmati oleh hati dengan keyakinan. Karena hati adalah pusat indera bagi iman seseorang. Ketika hati telah yakin maka hilang lah segala bentuk keraguan hingga tiada bertempat di dalamnya. Allah pun membimbing setiap langkahnya, memperbaiki segala amalnya, dikarunia keindahan marifat padaNya, dan dia hidup dalam naungan dan pengawasan Pencipta.

Agar seorang hamba dapat terus merasakan manisnya iman dia harus menjaga satu hal yang sangat penting, yaitu "wasatiyah fil ibadah" atau keseimbangan dalam menjalankan ibadah. Hal ini sejalan  dengan firman Allah dalam surat Albaqarah : 142 bahwa umat nabi Muhammad adalah umat pertengahan, umat yang adil dan tidak berat sebelah.

Diantara keseimbangan dalam beribadah yang merupakan manhaj nubuwah adalah perintah untuk melaksanakan ibadah secara sempurna namun tidak memberatkan mukallaf dengan adanya (taisir) kemudahan dan (rukhsakh) keringanan.

Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim dikisahkan ada  tiga orang datang ke rumah istri Nabi saw. mempertanyakan tentang ibadah Nabi saw. Setelah diberitahu, mereka menganggap seakan-akan amal ibadah Nabi itu hanya sedikit dan mereka berkata: Dimanakah tempat kami dibanding Nabi saw. padahal beliau telah diampuni semua dosanya baik yang telah lalu maupun yang akan datang? salah seorang di antara mereka berkata: Saya selamanya shalat sepanjang malam. Yang lain berkata: Saya selamanya berpuasa. Yang lain lagi berkata: Saya akan menjauhkan diri dari perempuan dan tidak akan kawin selama-lamanya. Kemudian Rasulullah saw. datang dan bersabda kepada mereka: Kalian tadi berbicara begini dan begitu? Demi Allah, sesungguhnya aku adalah orang yang paling takut dan paling takwa kepada Allah di antara kalian, tetapi aku berpuasa dan berbuka, aku shalat dan aku tidur malam, aku juga mengawini perempuan. (Itulah sunah-sunahku) siapa saja yang benci terhadap sunahku, maka ia bukan termasuk golonganku.

AlQuran juga mempertegas manhaj umat pertengahan agar tidak berlebihan dalam beribadah dengan berinfak  tanpa melampaui batas kemampuan. Bahkan Allah memuji mereka yang menginfakkan hartanya tanpa berlebihan dan tidak juga kikir dengan pujian hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih seperti dalam Q.S Al-Furqan : 67. Sehingga umat termotivasi untuk terus berinfak dijalanNya namun juga tidak berlebihan yang dapat memberatkan diri.

Terakhir, tidak hanya dalam ibadah ritual dan sosial yang mendapatkan perhatian agar seimbang dalam pelaksanaannya, tapi juga dalam hal keseharian seperti makan. Nabi mengajarkan kita agar sederhana dan tidak berlebihan. Dengan makan secukupnya yang dapat menegakkan tulang punggung, atau membagi perut menjadi tiga bagian, sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga untuk bernafas.

Tulisan ini pernah dishare di https://salam-indonesia.com/keseimbangan-dalam-ibadah-seperti-apakah-itu/

21 Nov 2017

Pesan Syeikh Hisam Kamil

PESAN INDAH SYEIKHINA HISYAM KAMIL TENTANG ISTIQAMAH

ستسكن في مصر على الأقل خمس السنوات
Kau akan tinggal di Mesir minimal lima tahun

فإذا كنت تحفظ كل يوم ثلاث آيات من القرآن
Maka jika kau setiap hari menghafal 3 ayat Al-Qur'an

فستختمه كاملا في خمس السنوات.
Maka kau akan menghatamkannya sempurna dalam 5 tahun

إنما تحتاج  إلى نصف الساعة صباحا للحفظ و نصف الساعة مساء للمراجعة
Kau cuma butuh setengah jam di waktu pagi untuk menghafal dan setengah jam waktu sore untuk murojaah

و إذا كنت تحفظ حديثا واحدا كل يوم
Jika kau menghafalkan satu hadits setiap hari

فستحفظ بلوغ المرام بعد خمس السنوات.
Maka kau akan hafal kitab bulughul marom setelah 5 tahun

وإذا كنت تحفظ منظومة واحدة كل يوم
Dan jika kau menghafalkan satu nadzam saja setiap hari

فستحفظ ألفية ابن مالك بعد سنتين و نصف.
Maka kau akan hafal Alfiyyah Ibnu Malik setelah 2,5 tahun

إذا كنت تحفظ كلمة واحدة من اللغة العربية والانجلزية كل يوم
Jika kau menghafalkan satu kata B. Arab dan Inggris setiap hari

فستحفظ ثلاثة القاموس البسيط بعد خمس السنوات.
Maka kau akan hafal 3 kamus sederhana setelah 5 tahun

إذا ،أنت ترجع إلى بلادك و أنت عالم قوي
Kalau demikian, kau akan pulang ke negerimu sementara kau menjadi orang alim yang mumpuni

عرفت أن الجبال من الحصى.
Kau tahu, bahwa gunung berasal dari batu kecil.

( أو كما قال الشيخ هشام الكامل حامد موسى الأزهري)
سكن الطلاب الإندونيسيين القاهرة مصر ، ١٩ نوفمبر ٢٠١٧

اللهم ارزقنا الإستقامة والثبات يا رب العالمين

21 Jun 2017

Surat Cinta untuk Arin

Arin, seorang gadis angkuh berhati lembut. Karena keinginannya yang tidak bertemu dengan harapan si Ares, Arin pun mengabaikannya. Lalu Ares mengiriminya surat yang menceritakan harapan dan perjuangannya. Gimana kisah tutur Ares kepada Arin ? Yuk kita simak curhatannya di bawah.





يا عذرائي...

يوم مددت اليك يدي, و مددت فيك عيني, و مددت في صوتك سمعي, يوم خفق قلبي و اضطرب, و امتدت انفاسي و خفقت, رأيت فيك كاترين بلايك, و مشيلين جبران, و كرازيلا لامارتين, و بثينة جميل, و نعم عمر, أردتك بتهوسهن, و أردتك فوق الارض, فوق الحضيض في عوالم اللانهاية, في دنيا الادب و الشعر و الحب و الخلوة.

أردتك نبراسا يضيئ الجوانب المظلمة من حياتي, أردتك مصباحا لا ينطفئ في وجه العاصفة, أردتك غناء لا يتعقد في الصمت, و أردتك روحا لاتتأثر بالموت, أردتك في الحياة و للحياة, أردتك لحنا أبديا طلقا, بعيدا عن أنانيات الذات, بعيدا عن حشرجة الصوت, أردتك غناء, أردتك لذاتي التي لا تفني و لا يسمى الذي لايموت.
و بحثت في الارض, في التراب و في الحضيض, في بقايا البقايا من الانسان في أنانيته. و ارتضيت التضحية بكل شيئ على سبيل الإبقاء علي شيئ, في سبيل الإبقاء على نظرة الهادئة الحالمة, و على الحلم الحشيب لايذوب في ايدي الحقيقة, وأبيت ان أكون عبدا لرغبات الدنيا.

نعم, أبيت لا لشيئ الا لتظلي بعيدة عن الأرض محلقة في الأجواء, في عوالم الحياة اللامتناهية, حيث سرمدية الروح, و وراء القلب, و هدأة النفس.

نعم, أبيت لشيئ واحد هو أنت لكي لا تكوني في الحياة وسيلة لموات الروح و بقاء الجسد. و أضن بك أنت أن تقضي على الحب و الخير و الجمال.

و اليوم يا عذرائي – ولي أن أدعوك سلواي – علي الضوء الخافت المنبعث من اشراقة الوجه الحالم, وجهك, وعلى شعاء العين البارز في شحوب, من خلال الجفن الكسير, جفنك, وعلى أيقاع النغم المتعالي من أعماق الذات, ذاتي, أردت أن أمد لك يدا من جديد تعبر عن الفكر الراكد في صرير القلم. و أردت أن أمد في صوتك سمعي لأعيش بالصوت المرتجف على إيقاع اهتززات القلب.

ستعودين إلي و أنت ملء السمع و البصر.

ستعودين و أنت دفق من الحياة يتفجر كما يتفجر الينبوع من الصخرة الصماء.
و سألقاك عند السنديانة الأزلية, و هنام سأطوق خصرك بذراعي, نعم سألقاك ولكن بكليتي و أنت في ثوبك الأبيض, و في عينيك اشراقة الأمل, وعلى ثغرك ابتسامة الربيع, و أنت كالزهرة العبقة تحوم حولك فراشات الحقل.


نعم سألقاك بكليتي. . . سألقاك يا عذرائي. . .



 Kosakata

Arti
kata
Aku Mengulurkan
مددت
Berdebar-debar
خفق
Bergetar
اضطرب
Maniak
بتهوسهن
Bagian terdekat
الحضيض
Pelita
نبراسا
Tidak padam
لا ينطفئ
Nyanyian
غناء
Tidak membisu
لا يتعقد في الصمت
Tidak mati
لاتتأثر بالموت
Nada
لحنا
keegoisan
أنانيات الذات
Suara orang sekarat
حشرجة الصوت
Sisa
بقايا
Aku rela
ارتضيت
Pengorbanan
التضحية
Tatapan romantis
نظرة الهادئة الحالمة
Terbang tinggi
محلقة
Udara
الأجواء
Ketenangan jiwa
هدأة النفس
Tidak meninggalkanmu
أضن
Samar
الخافت
Memancar
المنبعث
Sorotan mata
شعاء العين
Tampak
البارز
Kelopak mata yg terbelah
الجفن الكسير
Senandung
النغم
Bergetar
المرتجف
Pancaran
دفق
Mataair yang memancar
يتفجر الينبوع
Batu yang tuli
الصخرة الصماء
Pohon Oak
السنديانة
Mulut-mu
ثغرك


Duhai Cintaku, . .
Saat ku ulurkan kedua tangan, dan ku alihkan pandangan serta pendengaranku pada mu. . saat jantung ku berdebar tak terkendali, dan ku hembuskan nafas sekencang-kencangnya. . Pada saat itu kulihat ada padamu Catharine Blak, Micheline Gibran, Graziella Lamartine, serta Butsaina Jamil. Ku inginkan kau di muka bumi ini, dalam palung dunia yang tiada akhir. Dalam dunia sastra, puisi, cinta dan kesendirian.

Ku inginkan kau menjadi pelita yang menerangi sisi gelap hidup ku. Menjadi pijar yang tak padam di terjang badai. Dan menjadi nyanyian dalam keheningan. Ku ingin kau menjadi jiwa yang abadi. Hadir dalam hidup dan kehidupanku. Menjadi lantunan yang abadi, jauh dari ketidak pedulian, dan dari suara sendauan. Ku ingin kau bernyanyi, dan kuingin dirimu untuk jiwaku yang kekal Namun bukan Yang Tiada Mati.

Ku telusuri jagat raya ini, dalam hamparan debu, hingga ke palung bumi, dalam serpihan ketidak pedulian manusia. Ku rela korbankan segalanya demi pertahankan mu, demi sebuah keromantisan, serta tekad yang kuat. Aku pun rela tinggalkan keinginan sesaat yang menggebu dalam diriku.

Ya, aku berpaling bukan untuk yang lain. Tetapi untuk dirimu agar tetap dalam bayangku. Dalam dunia yang tiada akhir, dimana jiwa-jiwa menjadi abadi dalam kedamaian. 

Ya, aku berpaling untuk satu hal, untuk dirimu, agar tiada jasad yang terpisah dari jiwa dalam kehidupan, karenamu.

Dan kini, duhai Pelipur Laraku, demi pancaran cahaya yang meredup dari wajah yang penuh harap, demi tatapan mata yang sayu, dan nyanyian cinta dari lubuk hati yang terdalam, Ku ulurkan kedua tangan ini pada mu seperti saat kuulurkan pertama kali. Ku ingin selalu mendengar suaramu yang lembut penuh getaran cinta.

Ku harap kau kan kembali padaku menghiasi mata dan telinga ini. Dan ku harap kau kan kembali menjadi sumber inspirasi dalam hidup ku, menumbuhkan jiwa yang layu bagai mata air yang mengalir menyuburkan tanah kering dan tandus.

Aku kan temui mu di bawah pohon yang rindang sambil memeluk dirimu. Aku kan temui mu dengan jiwa dan raga ku dan kau menggunakan gaun pengantinmu. Dengan tatap penuh harap dan senyum indah berbunga-bunga. Dan kau bagaikan bunga semerbak wanginya berhiaskan kupu-kupu indah di taman.


Ya, aku kan temui mu dengan jiwa dan ragaku. Aku kan menjemput mu, duhai Gadis ku…